| Bursa |
| Rabu, 23/01/2008 |
| ULASAN PASAR Koreksi bursa global tekan indeks |
| JAKARTA: Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada penutupan perdagangan hari kedua pekan ini terus melanjutkan koreksinya sebesar 7,7% dari penutupan perdagangan hari sebelumnya. IHSG anjlok 191,35 poin, tertekan ke level 2.294,52. Penurunan ini mengikuti pergerakan indeks bursa dunia termasuk regional Asia Pasifik yang turun dengan sangat drastis seperti Hang Seng yang terkoreksi 8,65%, Nikkei-225 5,65%, dan KOSPI 4,43%. Pada penutupan sesi I perdagangan, IHSG ditutup di level 2.259,65, turun 226,23 poin yang berarti terkoreksi 9,10% hanya dalam waktu kurang dari 3 jam perdagangan dan koreksi ini, sekaligus merupakan catatan koreksi terburuk yang pernah dialami IHSG sepanjang sejarah bursa saham Indonesia. Pelaku pasar dunia cenderung melepas kepemilikan saham mereka dan mengurangi komposisi portofolio di pasar saham, seiring tidak jelasnya perkembangan ekonomi AS dan ancaman resesi di negara tersebut yang hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan. Ancaman likuiditas keuangan akibat krisis subprime mortgage menekan The Fed untuk menurunkan suku bunganya pada akhir bulan ini yang akan membuat investor berbondong-bondong keluar dari bursa saham AS untuk memburu aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi seperti obligasi mata uang lokal seperti SUN di Indonesia atau obligasi global tetapi tindakan tersebut tentu akan melemahkan dolar AS terhadap mata uang negara lain. Dolar AS yang melemah semakin memperlemah daya beli publik AS dan menekan ekspor kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia ke AS. Selain itu, ancaman resesi AS juga menekan harga minyak ke level US$86 per barel dan memengaruhi harga komoditas substitusi minyak seperti CPO yang akhirnya ikut tertekan ke level US$945 per metrik ton atau turun 4% dari perdagangan sebelumnya. Kondisi harga pasar CPO dunia ini memberikan sentimen negatif terhadap emiten CPO di BEI. Saham Astra Agro turun 8,2% ke posisi Rp27.000 dan saham Bakrie Sumatera Plantations melemah 12% ke posisi Rp2.050. Oleh Harry Setiadi Utomo |
Rabu, 23 Januari 2008
ulasan pasar koreksi bursa tekan indeks
The Fed coba jinakkan pasar
| Halaman Depan |
| Rabu, 23/01/2008 |
| The Fed coba jinakkan pasar |
| JAKARTA: Bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, memangkas suku bunga secara darurat untuk pertama kali sejak 2001 guna mencegah krisis ekonomi yang semakin parah. Penurunan menjadi 3,5% diharapkan bisa menenangkan pasar finansial global yang sempat terjungkal. Pembuat kebijakan The Fed, The Federal Open Market Committee, menurunkan patokan suku bunga pinjaman overnight menjadi 3,5% dari sebelumnya 4,25% atau turun 75 basis poin. FOMC semula dijadwalkan baru akan menggelar pertemuan pada 29 Januari-30 Januari. "Saat ketegangan di pasar berkurang, kondisi pasar keuangan secara luas telanjur rusak," ujar The Fed dalam pernyataannya di Washington. Seiring dengan langkah The Fed menurunkan suku bunga hingga 75 basis poin, Gedung putih kemarin membuka pintu bagi paket stimulus lebih dari US$150 miliar guna mencegah resesi AS. "Saya belum mendengar dari siapa pun mengenai stimulus lebih dari 1%, tetapi bukan berarti menutup pintu bagi negosiasi lanjutan," kata juru bicara Gedung Putih, Dana Perino, seperti dikutip Bloomberg, kemarin. Sebelumnya diberitakan Presiden George W. Bush menyampaikan proposal paket stimulus senilai US$150 miliar atau sekitar 1% dari PDB, yang meliputi diskon pajak bagi masyarakat berpendapatan menengah ke bawah dan pengurangan pajak bagi pebisnis. "Bush juga percaya penuh pada langkah Gubernur Bank Sentral AS Ben S. Bernanke serta tidak memprediksi terjadinya resesi di AS. Perlambatan memang pasti terjadi," kata Perino. Namun bursa saham di AS bereaksi kurang optimal atas langkah Washington tersebut. Indeks Dow Jones melemah 144,7 ke level 11.954, 53 pada pembukaan perdagangan di New York. Sebelum kebijakan itu diambil, sebagian besar indeks bursa di kawasan regional dan global rontok pada perdagangan kemarin. Indeks harga saham gabungan (IHSG) bahkan terjungkal ke posisi terendah dalam lima tahun. IHSG merosot 7,70% atau 191,35 poin ke level 2.294,52. Indeks malah sempat tergerus hingga 10% atau lebih dari 250 poin ke level 2.231,48. Menurut data Bloomberg, anjloknya indeks merupakan yang terbesar sejak Oktober 2002, saat indikator perdagangan di bursa terpukul oleh ledakan bom di Bali yang menewaskan lebih dari 200 orang. Sejak awal tahun indeks merosot 436,98 poin dari level 2.731,507 pada 2 Januari. Fundamental masih kuat Analis Sucorinvest Central Gani Securities Albert Panjaitan memperkirakan sentimen negatif masih mendominasi penurunan indeks. Pergerakan indeks masih sulit ditebak. "Ketidakpastian ini timbul karena pemodal kehilangan kepercayaan untuk sementara. Mereka memilih untuk pegang cash demi keamanan. Namun, pada dasarnya fundamental pasar kita masih kuat," tuturnya, kemarin. Di tengah anjloknya indeks, kurs rupiah terdepresiasi 33 poin menjadi Rp9.493 per dolar AS, terendah sejak enam bulan terakhir. Analis Optima Investama Rachman Untung menambahkan penurunan indeks masih sehat. Penurunan itu pun belum sampai mengembalikan IHSG ke level sebelum terseret krisis subprime mortgage pada pertengahan Agustus 2007 di level 1.908,63. Padahal indeks bursa Eropa dan AS merosot kembali ke level di bawah sebelum krisis subprime. Meskipun demikian, penurunan indeks kemarin memicu margin call, sehingga broker yang memberikan fasilitas pembiayaan kepada investor menjual paksa saham yang dijadikan jaminan pembiayaan. Pialang saham salah satu broker asing mengatakan beberapa saham yang terindikasi dijual paksa (force sell) a.l. PT Aneka Tambang Tbk, PT Barito Pacific Tbk, PT Bumi Resources Tbk, PT Bakrieland Development Tbk, dan PT Timah Tbk. Pemberi fasilitas margin melakukan force sell saham karena nilai jaminannya turun. "Salah satu indikasi terjadinya force sell adalah ada bid langsung dijual terus-menerus. Sebenarnya untuk menambah nilai jaminan bisa memberikan kas, tetapi penurunan indeks terjadi secara cepat. Mau tidak mau force sell dulu," tuturnya. Di antara saham yang diduga terkena force sell dalam jumlah besar adalah Barito Pacific. "Masa semua broker jualan, sedangkan bid-nya sangat tipis." Menurut pialang itu, Bursa Efek Indonesia bisa saja menghentikan sementara perdagangan saham kemarin untuk mencegah terjadinya penurunan indeks lebih dalam. Akan tetapi langkah itu tidak dilakukan. "Sesuai SOP memang ada [mekanisme penghentian sementara], tetapi harus dilihat juga reaksi pasar. Saya rasa tidak akan sampai ke sana," kata Dirut Bursa Efek Indonesia Erry Firmansyah. Saatnya beli Kepala Riset BNP Paribas Ferry Wong, dalam surat elektronik ke investor, mengatakan saat ini waktu membeli saham perusahaan bagus dengan fundamental yang kuat. "Kami yakin pasar dan perekonomian Indonesia akan lebih baik saat AS mengalami resesi karena ekonomi domestik yang independen, suku bunga yang relatif rendah dan memacu kredit, insentif pajak untuk emiten, dan harga CPO dan batu bara yang kuat," tuturnya. Selain IHSG, indeks Nikkei 225 Jepang anjlok 5,7% menjadi 12.573,05, yang merupakan persentase penurunan terbesar dalam 10 tahun terakhir. Sehari sebelumnya, indeks tersebut juga anjlok 3,9%. Kendati bursanya melemah, The Bank of Japan tetap mempertahankan patokan tingkat suku bunga pada level 0,5% dan optimistis ekonomi tetap akan tumbuh meskipun akan lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan. Di belahan lain, indeks Shanghai juga anjlok 7,2%, level terendah sejak Agustus 2007. Indeks saham Australia pun terjungkal 7,1%, penurunan terbesar dalam hampir 20 tahun terakhir. Di Hong Kong, indeks Hang Seng turun 8,2% pada perdagangan sore kemarin, setelah mengalami penurunan 5,5% pada hari sebelumnya. Di India, Menteri Keuangan P.Chidambaram meminta investor tetap tenang setelah perdagangan di Mumbai dihentikan selama satu jam, menyusul anjloknya saham hingga 10% pada menit-menit awal perdagangan. Pada perdagangan sore kemarin yang masih relatif rentan, The Sensex turun 6,2%. Rebound tipis terlihat di sejumlah bursa dunia. Hingga berita ini diturunkan pada pkl 00.30 WIB, indeks Dow Jones turun 106 poin menjadi 11.993,3, relatif menguat dibandingkan dengan posisi pembukaan. (abraham.runga@bisnis.co.id) Reportase: Rahayuningsih/Pudji Lestari/ Wisnu Wijaya/Mia Chitra Dinisari/Gajah Kusumo/ Nana Oktavia Musliana/Berliana Elisabeth S./ 03/06 Oleh Abraham Runga |
Jakarta siapkan jurus redam dampak krisis AS
| Halaman Depan |
| Rabu, 23/01/2008 |
| Jakarta siapkan jurus redam dampak krisis AS |
| JAKARTA: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah guna mengantisipasi situasi kian memburuknya pasar finansial Indonesia akibat meluasnya krisis subprime mortgage di AS. Dia mengatakan langkah-langkah tersebut masih dilihat dan dibicarakan bersama bank sentral. "Beberapa antisipasi dan alternatifnya kita sedang lihat, tentu karena perubahan ini berjalan cepat. Tapi saya belum bisa umumkan sekarang," ujarnya dalam konferensi pers di Departemen Keuangan, kemarin. Namun dari sisi fiskal, lanjutnya, pemerintah akan menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2008 sebesar 1,7% dari produk domestik bruto atau setara Rp74 triliun. Menurut dia, kondisi dalam negeri tetap aman dan akan bertahan di tengah goncangan serta kecenderungan resesi ekonomi AS. Dia berjanji untuk menjaga defisit anggaran, meskipun keadaannya lebih sulit tahun ini akibat kian tingginya risiko turbulensi pada awal tahun. "Apapun kondisinya pemerintah tetap menjaga defisit 1,7%," Sri Mulyani mengakui kondisi pasar pada 2008 jauh lebih sulit dibandingkan dengan 2007. Karena itu, pemerintah tidak akan menambah tekanan pada defisit. Risiko goncangan pada tahun ini, kata Menkeu, akan membuat pelaku pasar cenderung menahan diri sehingga pada akhirnya akan berpengaruh pada prospek perekonomian dunia 2008. Jaga momentum Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Boediono menyatakan keyakinan kondisi dalam negeri tidak akan terganggu di tengah ketidakpastian global, karena pemerintah dapat menjaga momentum. "Momentum internal ini kami jaga. Indonesia tidak akan terkena resesi karena komoditas ekspor yang dimiliki masih menguntungkan. Harga [komoditas ekspor] Indonesia cukup bagus dan harga minyak mulai menurun," ujarnya. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menjelaskan Indonesia seperti halnya negara anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) lain mempunyai instrumen untuk melindungi pasar dalam negeri dari kemungkinan tindakan dumping, subsidi, dan safeguard. "Kita punya instrumen perdagangan yaitu antidumping dan safeguard. Tapi tidak ada [kebijakan] proteksi [pasar dalam negeri]," katanya. Selain itu, Menkeu juga menyatakan tidak akan mengubah komposisi belanja subsidi, dengan menggeser tambahan beban subsidi energi ke subsidi pangan. Namun, bila ada perubahan jumlah anggaran, pemerintah akan melakukan pembicaraan dengan DPR. Pemerintah akan melaporkan rencana tersebut melalui mekanisme APBN Perubahan. Menkeu juga menyatakan akan menjaga komposisi utang dan pinjaman luar negeri di sisi pembiayaan defisit. Di sisi penerimaan akan diupayakan penambahan target dari setoran PPN dan PPh, penerimaan negara bukan pajak, serta dividen BUMN. (Lutfi Zaenudin) (bastanul.siregar@bisnis.co.id/diena.lestari@bisnis.co.id) Oleh Bastanul Siregar & Diena Lestari |
Investor kabur dari asia dan dollar menguat, berlanjut hingga akhir pekan
Rabu, 23/01/2008
Diprediksi berlanjut hingga akhir pekan
Investor 'kabur' dari Asia, dolar AS menguat
JAKARTA: Nilai tukar dolar AS kemarin sore menguat terhadap 14 valuta utama global, seiring dengan aksi investor yang keluar dari pasar saham Asia dan Eropa, serta aset yang memiliki tingkat imbal hasil tinggi.
Kondisi itu terjadi di tengah spekulasi perlambatan pertumbuhan ekonomi AS yang diprediksi dapat menahan laju perekonomian global.
"AS dipercaya bakal mengalami resesi. Walaupun hal itu sulit terjadi karena memiliki bisnis yang menggurita, pelaku pasar terlihat mengamankan portofolio mereka," kata Rosady T.A. Montol, Head of Research Treasury Division PT Bank BNI Tbk kepada Bisnis kemarin.
Pelaku pasar, lajutnya, melepas aset yang memiliki tingkat imbal hasil besar dengan risiko yang tinggi. Aksi itu dilanjutkan dengan mencari instrumen investasi dengan risiko rendah, termasuk memburu yen Jepang.
Dia memprediksi kondisi ini masih berpeluang berlanjut hingga akhir pekan. "Tidak ada stimulus yang bisa membalikkan keadaan," ungkapnya.
Di pasar valuta kemarin, mata uang Negeri Paman Sam itu telah menyentuh level tertinggi dalam empat pekan terhadap euro, sebelum keluarnya laporan penurunan indeks kepercayaan terhadap bisnis di Jerman serta pertumbuhan ekspansi usaha dan jasa di Eropa.
Nilai tukar dolar AS kemarin sempat menguat menjadi US$1,4365 per euro, level tertinggi sejak 21 Desember, sebelum menyentuh posisi US$1,4388 dalam perdagangan sesi sore waktu London daripada level sehari sebelumnya US$1,4454 per euro.
Tsutomu Komiya, manajer investasi Daiwa Asset Management Co, Tokyo, memprediksi nilai tukar dolar AS dapat mencapai US$1,2 per euro pada tahun ini. Terhadap mata uang Jepang mata uang dolar AS telah menyentuh level 105,93 yen dari posisi sehari sebelumnya 105,99 yen.
Valuta Asia
Dari Asia dilaporkan, mata uang selain yen Jepang di kawasan itu, terjungkal dengan pelemahan terbesar dipimpin peso Filipina dan won Korea Selatan.
Peso telah melanjutkan pelemahan ke level terlemah dalam 10 bulan dan won menyentuh posisi terendah dalam kurun waktu lebih dari satu tahun.
Delapan dari 10 valuta utama Asia terpuruk terhadap dolar AS, seiring anjloknya indeks MSCI Asia Pacific yang memuat saham utama di kawasan regional sebesar 20% ke level terendah sejak November.
"Kondisi menakutkan terjadi pada pasar saham dan investor kembali ke skala risiko itu. Kondisi ini tidak hanya pada pasar saham, pasar valuta juga terkena imbas," kata Katie Dean, ekonom senior Australia & New Zealand Banking Group Ltd, Melbourne, seperti dikutip dari Bloomberg.
Nilai tukar peso kemarin melemah 1% menjadi 41,6 per dolar AS. Won Korsel terdepresiasi 0,6% menjadi 954 per dolar AS, setelah sempat menyentuh level 955,8, posisi terlemah sejak Oktober 2006.
Dolar Singapura terkoreksi 0,4% menjadi S$1,451, dolar Taiwan terdepresiasi 0,3% menjadi NT$32,439 per dolar AS, ringgit Malaysia melemah menjadi 0,1% menjadi 3,2955 per dolar AS.
"Penurunan performa pasar saham memukul dan memicu investor memasang posisi jual terhadap ringgit dan sebagian mata uang di regional. Ini merupakan risiko yang tidak disukai dan kondisi ini menjadi tidak baik saat ini," kata Yahya Mohd Nor, Head of Currency Trading Affin Bank Bhd.
Dia memprediksi nilai tukar ringgit dapat melemah ke posisi 3,338 per dolar AS pada pekan ini. (adhitya@bisnis.co.id)
Oleh Adhitya Noviardi
Bisnis Indonesia
Yahoo rumahkan 700 karyawan
| Ekonomi Global |
| Rabu, 23/01/2008 |
| KANAL Yahoo rumahkan 700 karyawan |
| SAN FRANSISCO: Yahoo! Inc akan mengurangi sekitar 5% atau 700 tenaga kerja, guna mengorganisasi kembali struktur perusahaan agar mampu berkompetisi dengan Google Inc. Menurut sumber yang dekat dengan Yahoo!, pengumuman pemangkasan karyawan tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pengumuman laporan kinerja yang diselenggarakan pada 29 Januari. Namun, juru bicara Yahoo! May Petry menolak memberikan komentar mengenai berita tersebut. "Perusahaan akan mengeliminasi beberapa area bisnis," ujar Petry, melalui pernyataan resmi, kemarin. Dalam tujuh kuartal terakhir, perolehan laba Yahoo! mengalami penurunan, menyusul kegagalan perusahaan ini dalam bersaing dengan Google dan kompetitor baru seperti Facebook Inc dan MySpace milik News Corp. Akibat penurunan laba tersebut, CEO Yahoo! Jerry Yang, yang menggantikan Terry Semel pada Juni tahun lalu, mulai melakukan reorganisasi terhadap perusahaan tersebut. (Bloomberg/03) |
Ekonomi AS jadi penentu : WEF bahas krisis keuangan dan energi
| Ekonomi Global |
| Rabu, 23/01/2008 |
| Ekonomi AS jadi penentu WEF bahas krisis keuangan dan energi |
| JAKARTA: Ambruknya pasar keuangan akibat kerugian besar-besaran bank-bank investasi AS-memicu penguatan dugaan resesi AS serta kiprah sovereign wealth funds-dan kestabilan sumber energi dunia menjadi agenda utama World Economic Forum (WEF) 2008. WEF juga akan memastikan peran India dan China dalam menggantikan mesin perekonomian dunia yang selama ini lebih banyak didorong oleh ekonomi Negeri Paman Sam. Peran utama AS dalam perekonomian global menyebabkan forum itu, berupaya menggali cara bagaimana Presiden AS mendatang mengembalikan kepercayaan pasar terhadap negeri yang diduga kuat mengalami resesi. Forum yang rutin digelar setiap tahun itu juga akan memetakan berbagai ancaman terbesar sepanjang 2008 serta upaya mengatasi berbagai persoalan dunia, terutama menyangkut jaminan kestabilan pasokan energi dari Rusia dan Asia Tengah untuk kawasan Eropa. Selain itu, kiprah aktif sovereign wealth funds (SWFs), semacam dana-dana pemerintahan negara sedang berkembang, dalam membeli aset-aset di AS pascakrisis subprime mortgage, juga bakal menjadi perhatian utama. Dana SWFs, yang diduga mencapai US$12 triliun pada 2015, sempat menjadi perdebatan di negara maju karena diduga berasal dari hasil korupsi. WEF juga mengagendakan pertemuan untuk mengevaluasi peran lembaga pemeringkat dalam kejatuhan pasar kredit perumahan kelas dua di AS, karena disebut-sebut memberi rating yang tidak sesuai dengan risiko alias berlebihan. Peran bank sentral Peran bank sentral juga akan menjadi perhatian dalam pertemuan, khususnya menyangkut penurunan tingkat suku bunga dan likuiditas dana jangka pendek. Tindakan The Fed yang secara 'tiba-tiba' menurunkan suku bunga sebanyak 75 basis poin tadi malam, dari 4,25% menjadi 3,5%, tampaknya bakal menjadi perhatian serius dari para peserta pertemuan. Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia 2008 di Davos akan mengetengahkan topik utama 'Kekuatan inovasi kolaboratif' sebagai kelanjutan topik yang dibahas pada pertemuan WEF 2007. WEF merupakan forum bagi para CEO perusahaan skala multinasional hingga para pejabat pemerintahan negara maju. Sebelum pengumuman penurunan tingkat suku bunga AS, sebagian besar analis memperkirakan The Fed bakal menurunkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan Komite Pasar Terbuka bank sentral AS itu (FOMC) menjelang akhir Januari dan 50 basis poin lainnya pada Maret mendatang. Berdasarkan catatan pertemuan The Fed pada 11 Desember, yang diterbitkan di situs resminya, FOMC memutuskan untuk menurunkan target fed fund rate sebesar 25 basis poin ke level 4,25%. Keputusan itu diambil guna menciptakan kondisi keuangan dan moneter yang akan memperkuat stabilitas harga dan mendorong pertumbuhan. Menurut catatan pertemuan itu, data yang diterima The Fed menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan mengalami perlambatan setelah meningkatnya ketegangan di pasar keuangan. Kepala Departemen Investasi Perbankan UBS di Indonesia, Jonathan Chang menyatakan kondisi yang terjadi di pasar kredit subprime, hanya akan menjadi masalah bagi lembaga keuangan di AS. "Jika suku bunga [The Fed] dipangkas secara radikal sebesar 2% tahun ini, itu harapan UBS dan mungkin saja terjadi, maka pertanyaannya adalah apa alternatif untuk menginvestasikan uang mereka. Ini berarti tergantung permintaan dan pasok." Jonathan juga meyakini tidak akan ada resesi di AS, melainkan perlambatan ekonomi. Kekhawatiran yang muncul, kata dia, adalah jika resesi benar-benar terjadi di AS, itu mungkin akan berdampak ke China dan India yang mencatat pertumbuhan tercepat di dunia dan bergantung pada pasar AS untuk pemasaran produknya. Sementara itu, para menteri keuangan Eropa, seperti dikutip Bloomberg, mengatakan bahwa anjloknya pasar saham global dan perlambatan ekonomi AS mengancam memicu perlambatan pertumbuhan di Eropa. "Situasi ekonomi dan pasar keuangan mencatat volatilitas yang tinggi, tawarannya menjadi lebih tidak pasti daripada biasa. Jika AS benar-benar melambat, jelas itu akan terasa di kawasan pengguna euro," ujar Menteri Keuangan Luksemburg Jean-Claude Juncker. (03) (nana.oktavia@bisnis.co.id/gajah.kusumo@bisnis.co.id) Oleh Nana Oktavia Musliana & Gajah Kusumo |
Sosok : Lebih banyak ngantor di pesawat
| Teknologi Informasi |
| Rabu, 23/01/2008 |
| SOSOK Lebih banyak ngantor di pesawat |
| "Jadi kantor Anda di Singapura?" tanya Bisnis, pada awal perjumpaan dengan Dion Weisler, Vice President & General Manager Lenovo Asean & Korea, beberapa waktu lalu. Yang ditanya diam sejenak sambil tersenyum. "Sebenarnya saya lebih banyak berkantor di pesawat terbang," jawab Weisler lalu tertawa. Pria ramah ini memang kerap bepergian ke berbagai negara. Pagi hari dia bisa makan pagi di Bangkok, siangnya sudah di Jakarta, dan malam hari kembali ke Singapura. Bukan sekali Weisler terjaga di hotel dan memerlukan waktu lama untuk mengenali kota mana yang sedang disambanginya. "Pagi tadi juga saya begitu. Bangun dari tidur dan bingung. Ada di mana ya saya sekarang? Saya mencoba mengingat-ingat dan menemukan jawabannya. Ha...ha...ha..., ini sering terjadi." Weisler bertanggung jawab terhadap pemasaran, penjualan, dan distribusi produk-produk Lenovo di wilayah Asean dan Korea. "Teknologi informasi merupakan dunia yang sangat dinamis. Ini pekerjaan yang sangat menantang dan saya senang menjalaninya," tuturnya, bersemangat. Weisler memang bukan orang baru di jagat teknologi informasi (TI). Jejaknya pada industri ini telah dimulai sejak 17 tahun lalu. Lulusan Ilmu Aplikasi Komputer Universitas Monash Australia ini sebelumnya pernah menempati beragam posisi penting di beberapa perusahaan TI, seperti Telstra Corporation, Acer, Vantage, dan Oshima Computers. Untuk lebih memantapkan posisi Lenovo, Weisler mengatakan upaya membangun merek merupakan pekerjaan yang harus terus-menerus dilakukan. Di Indonesia vendor ini akan lebih giat memperluas penyebaran Lenovo Exclusive Store, yang menyediakan jajaran produk Lenovo, dan Lenovo Corner. Oleh Ratna Ariyanti |
